Allah swt menciptakan mahluk di alam
raya ini adalah supaya tunduk dan patuh terhadap perintah-Nya. Sebagaimana
allah telah memerintahkan hal ini di awal penciptaan adam. Setelah allah
menunjukkan atas ke maha kuasa dan maha tahunya allah kepada para malaikant
maka allah memerintahkan kepada seluruh malaikat untuk bersujud kepada adam.
Perintah sujud ini dipenuhi oleh
seluruh malaikat sebagai bentuk patuh mereka terhadap perintah allah ta’ala. Sujud
sebagai bentuk pengagungan para malaikat kepada nabi adam ini ternyata
diingkari oleh satu mahluk yaitu iblis.
Hanya dengan dua sifat iblis
membangkang perintah allah yaitu enggan dan sombong. Dua sifat ini menjadi
sebab dikelompokkannya iblis kedalam kelompok kafir (Q.S Al-Baqarah 32).
Sifat enggan dalam sebuah hadists
diartikan bahwa enggan adalah membangkan terhadap perintahku (rasulullah saw).
( H.R bukhori bab mengikuti sunnah rasulullah saw). Sedangkan sifat sombong
bukanlah mereka yang berpakaian bagus, sandal bagus, kendaraan bagus dan semua
yang serba bagus lantas dikatakan sombong. Namun sombong sebagaimana rasulullah
terangkan dalam hadits dari sahabat Abdullah bin Mas'ud.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda:
"Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji
sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya
laki-laki menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk
kesombongan)?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah itu bagus
menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan
manusia." (H.R Muslim: 131)
Maka menjadi jelas bagi kita mengapa
sifat sombong seperti yang dimiliki iblis menjadi sebab dikelompokkannya iblis
kedalam kelompok kafir yaitu karena menolak perintah allah. dimana semua perintah
allah adalah sebuah kebenaran.
Lantas bagaimanakah dengan kita ? mau
kah jika kita menjadi kelompok seperti yang diberikan kepada iblis lantaran
enggan dan sombong dalam melaksanakn perintah-perintah allah ?
Saudaraku kaum muslimin, ketahuilah
bahwa allah membuat sebuah syariat bukan untuk memberatkan atau menyulitkan
kepada hambanya. Allah menetapkan sebuah syariat bukan pula tidak ada hikmah
atau manfaatnya. Banyak hikmah atau manfaat di balik pensyariatan sebuah
ibadah, hanya saja hikmah atau manfaat itu tidak menjadi prioritas dalam
pensyariatan sebuah syariat atau ibadah.
Sehingga yang terpenting bagi kaum
muslimin dengan adanya syariat-syarit ini adalah ketaatan atau kepatuhan terhadap syariat tersebut. Karena
manfaat yang hakiki dari kita menjalankan syariat tersebut adalah
mendapatkannya rahmat allah berupa surga.
Oleh karena itu maka yakinilah dalam
setiap beribadah kepada allah akan mendatangkan manfaat di dunia ini.
Jadikanlah setiap ibadah itu sebagai kebutuhan dalam diri. Seseorang merasa sulit
dan berat untuk melaksanakan shalat. Hal ini lantaran tidak adanya rasa butuh
terhadap shalat itu. Namun jika kita tanyakan kepadanya “ mau sehat apa sakit ?
tentu orang tersebut akan mengatakan sehat.
Belum tahunya seseorang akan hikmah
dalam gerakan shalat menjadikan dirinya tidak butuh dengan shalat tersebut.
Shalat dengan beragam gerakan ternyata mendatangkan manfaat yang luar biasa
bagi tubuh manusia. Butuhnya tubuh akan kesehatan ini menjadikan shalat sebagai
kebutuhn karena tubuh tidak inigin sakit.
Mungkin gambaran singkatnya ini dapat
merubah diri kita dari yang semula ogah-ogahan dalam melaksanakan ibadah
menjadi bergairah dan semangant dalam melaksanakannya.

0 comments:
Post a Comment